-->

    Social Items


Allah azza wa jalla tidak pernah meninggalkan hamba-Nya, dan sangatlah tidak mungkin men-dzalimi hamba-hamba-Nya. Di tengah-tengah datangnya ujian silih berganti, Allah S.W.T. memberi sebuah "hadiah" yang teramat agung kepada Rasulullah yaitu Isra Mi'raj, dan "hadiah" tersebut ternyata tidak hanya diperuntukkan bai beliau saja, tetapi Allah S.W.T. menganugerahkannya pula kepada umatnya Rasulullah s.a.w.

Salah satu "hadiah" terbesar adalah SHALAT. Shalat inilah Mi'raj-nya umat muslim bertemu Tuhannya selama hidup di dunia. Di dalam shalat, ada sebuah waktu di mana jarak antara hamba dengan Allah Ta'ala sangat-sangat dekat, yaitu SUJUD. Inilah hadiah yang terbesar yang dianugerahkan Allah kepada umat muslim dari Isra Mi'raj.

Dibawah ini kami sedikit akan menguraikan setetes hikmah dari perjalanan Mi'raj Nabi Muhammad s.a.w.




MI’RAJ LANGIT KE-1
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI ADAM a.s.
"ADAM" dari segi bahasa artinya “Tidak Ada” atau “Ketiadaan”.
Kita harus sadar bahwa segala urusan dunia atau urusan jasmani itu tidak kekal (yang kekal adalah urusan rohani, sehingga di balik jasmani itu ada rohani)



MI’RAJ LANGIT KE-2
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI ISA a.s. DAN NABI YAHYA a.s.
"ISA" dari segi bahasa artinya “Hidup” dan YAHYA: “Kehidupan”. Artinya di dalam hidup ini kita harus selalu sadar ada kehidupan setelah kehidupan ini (akhirat). Harus menemukan makna hidup:
“Darimana kita...?”
“Apa tugas kita...?”
“Setelah ini mau ke mana...?”



MI’RAJ LANGIT KE-3
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI IDRIS a.s.
"IDRIS" artinya “Cerdas”.
Artinya dalam hidup ini kita harus mempunyai tiga macam kecerdasan: Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), dan Kecerdasan Spiritual (SQ)



MI’RAJ LANGIT KE-4
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI YUSUF a.s.
"YUSUF" artinya “Indah”.
Artinya kita harus mengisi kehidupan ini agar menjadi indah.



MI’RAJ LANGIT KE-5
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI HARUN a.s.
"HARUN" artinya “yang dicintai Allah (al-Mahbub)”.
Artinya dalam kehidupan ini kita harus berusaha melakukan segala sesuatu yang dicintai Allah S.W.T., kesadaran akan mendapat cinta Allah S.W.T., cinta kepada Allah S.W.T. dan cinta kepada apa saja yang bisa mengantarkan kita kepada Allah S.W.T.



MI’RAJ LANGIT KE-6
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI MUSA a.s.
"MUSA" adalah Mutakallimin yaitu “nabi yang bercakap-cakap dengan Allah S.W.T.“
Artinya kita harus mampu membaca segala sesuatu fenomena yang terjadi di sekitar kehidupan kita sebagai bahasa atau ayat Allah S.W.T.



MI’RAJ LANGIT KE-7
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI IBRAHIM a.s.
"IBRAHIM" artinya “Qurban”.
Qurban artinya dekat, dalam kehidupan ini harus senantiasa merasakan kedekatan dengan Allah S.W.T. Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w. tentang sifat IHSAN: “Kamu menyembah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, dan jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu” [H.R. Bukhari]



MI’RAJ KE BAITUL MA’MUR
Setiap harinya 70.000 malaikat sholat di Baitul Ma’mur.
"BAIT" artinya “Rumah”, sedangkan "MA’MUR" artinya “Ramai”.
Artinya hidup kita akan lebih bermakna bila dalam setiap gerak langkahnya senantiasa bernilai ibadah kepada Allah S.W.T. karena ibadah adalah nilai tertinggi dari hakikat kehidupan manusia.



MI’RAJ KE SIDRATUL MUNTAHA
"SIDRAH" artinya “Pohon Bidara” dan "MUNTAHA" artinya “Tempat Berkesudahan”.
Artinya kehidupan dunia hanyalah sementara bukan merupakan titik akhir dan puncak tujuan hidup kita, melainkan kehidupan akhirat itulah tempat yang akan kita tuju.Dalam kehidupan di dunia ini kita harus berjuang untuk mencapai kehidupan abadi di akhirat yang lebih baik. 


Sebenarnya masih banyak lagi hadiah-hadiah lain yang dianugerahkan Allah kepada umat muslim dari perjalanan agung Isra Mi'raj yang tidak mungkin kami uraikan semuanya di sini.

Hikmah Perjalanan Agung "ISRO' MI'ROJ"


Allah azza wa jalla tidak pernah meninggalkan hamba-Nya, dan sangatlah tidak mungkin men-dzalimi hamba-hamba-Nya. Di tengah-tengah datangnya ujian silih berganti, Allah S.W.T. memberi sebuah "hadiah" yang teramat agung kepada Rasulullah yaitu Isra Mi'raj, dan "hadiah" tersebut ternyata tidak hanya diperuntukkan bai beliau saja, tetapi Allah S.W.T. menganugerahkannya pula kepada umatnya Rasulullah s.a.w.

Salah satu "hadiah" terbesar adalah SHALAT. Shalat inilah Mi'raj-nya umat muslim bertemu Tuhannya selama hidup di dunia. Di dalam shalat, ada sebuah waktu di mana jarak antara hamba dengan Allah Ta'ala sangat-sangat dekat, yaitu SUJUD. Inilah hadiah yang terbesar yang dianugerahkan Allah kepada umat muslim dari Isra Mi'raj.

Dibawah ini kami sedikit akan menguraikan setetes hikmah dari perjalanan Mi'raj Nabi Muhammad s.a.w.




MI’RAJ LANGIT KE-1
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI ADAM a.s.
"ADAM" dari segi bahasa artinya “Tidak Ada” atau “Ketiadaan”.
Kita harus sadar bahwa segala urusan dunia atau urusan jasmani itu tidak kekal (yang kekal adalah urusan rohani, sehingga di balik jasmani itu ada rohani)



MI’RAJ LANGIT KE-2
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI ISA a.s. DAN NABI YAHYA a.s.
"ISA" dari segi bahasa artinya “Hidup” dan YAHYA: “Kehidupan”. Artinya di dalam hidup ini kita harus selalu sadar ada kehidupan setelah kehidupan ini (akhirat). Harus menemukan makna hidup:
“Darimana kita...?”
“Apa tugas kita...?”
“Setelah ini mau ke mana...?”



MI’RAJ LANGIT KE-3
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI IDRIS a.s.
"IDRIS" artinya “Cerdas”.
Artinya dalam hidup ini kita harus mempunyai tiga macam kecerdasan: Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), dan Kecerdasan Spiritual (SQ)



MI’RAJ LANGIT KE-4
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI YUSUF a.s.
"YUSUF" artinya “Indah”.
Artinya kita harus mengisi kehidupan ini agar menjadi indah.



MI’RAJ LANGIT KE-5
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI HARUN a.s.
"HARUN" artinya “yang dicintai Allah (al-Mahbub)”.
Artinya dalam kehidupan ini kita harus berusaha melakukan segala sesuatu yang dicintai Allah S.W.T., kesadaran akan mendapat cinta Allah S.W.T., cinta kepada Allah S.W.T. dan cinta kepada apa saja yang bisa mengantarkan kita kepada Allah S.W.T.



MI’RAJ LANGIT KE-6
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI MUSA a.s.
"MUSA" adalah Mutakallimin yaitu “nabi yang bercakap-cakap dengan Allah S.W.T.“
Artinya kita harus mampu membaca segala sesuatu fenomena yang terjadi di sekitar kehidupan kita sebagai bahasa atau ayat Allah S.W.T.



MI’RAJ LANGIT KE-7
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI IBRAHIM a.s.
"IBRAHIM" artinya “Qurban”.
Qurban artinya dekat, dalam kehidupan ini harus senantiasa merasakan kedekatan dengan Allah S.W.T. Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w. tentang sifat IHSAN: “Kamu menyembah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, dan jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu” [H.R. Bukhari]



MI’RAJ KE BAITUL MA’MUR
Setiap harinya 70.000 malaikat sholat di Baitul Ma’mur.
"BAIT" artinya “Rumah”, sedangkan "MA’MUR" artinya “Ramai”.
Artinya hidup kita akan lebih bermakna bila dalam setiap gerak langkahnya senantiasa bernilai ibadah kepada Allah S.W.T. karena ibadah adalah nilai tertinggi dari hakikat kehidupan manusia.



MI’RAJ KE SIDRATUL MUNTAHA
"SIDRAH" artinya “Pohon Bidara” dan "MUNTAHA" artinya “Tempat Berkesudahan”.
Artinya kehidupan dunia hanyalah sementara bukan merupakan titik akhir dan puncak tujuan hidup kita, melainkan kehidupan akhirat itulah tempat yang akan kita tuju.Dalam kehidupan di dunia ini kita harus berjuang untuk mencapai kehidupan abadi di akhirat yang lebih baik. 


Sebenarnya masih banyak lagi hadiah-hadiah lain yang dianugerahkan Allah kepada umat muslim dari perjalanan agung Isra Mi'raj yang tidak mungkin kami uraikan semuanya di sini.

Subscribe Our Newsletter