-->

    Social Items


Randuagung Community (RC) membuat terobosan baru dalam bidang pendidikan, yaitu "Teras Kreasi".

Launching Teras Kreasi diresmikan langsung oleh Bapak Camat Randuagung, Kutum Hadi Kasian, S.H yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Randuagung, 13 September 2020.

Acara yang berlangsung meriah ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kab. lumajang, Anang Ahmad Syaifudin, Siti Qomaria (Bu Dewan Komisi B), Koramil Randuagung, Pendamping Desa, Komunitas Pemuda Krajan (KOMPAK Kalidilem) dan Ikatan Mahasiswa Kecamatan Randuagung (IMR).

Selain itu, terdapat motivasi dari beberapa mentor di berbagai bidang, yaitu; Sutikno (Atlet Lari Internasional, Laila Fakhriyatus Zakiya (Mahasiswa Kedokteran di China), M. Fawaid Jazuli (Jurnalistik), Anik Umi Arifah (Penulis Buku dan Novel), Wahyu Anggara (Penggiat Seni dan Budaya), dan Diana Pratiwi (Pencak Organisasi).


Teras Kreasi ini lahir sebagai wadah untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki para pemuda se-Kecamatan Randuagung yang akan dibimbing oleh para mentor pada setiap bidangnya.

Peserta yang bergabung tidak dibatasi umur dan gratis.

Kegiatannya akan dilaksanakan setiap hari Minggu jam 09.00 - 10.00 WIB di Pendopo Randuagung.

Teras Kreasi tentunya membutuhkan dukungan dari para masyarakat setempat dengan memberikan ruang kepada pemuda untuk mengikuti kegiatan ini.

Tujuannya untuk mendorong untuk meningkatkan kreativitas pemuda karena kami percaya bahwa mereka memiliki potensi yang tidak kalah dengan anak-anak di kota besar.

Hal tersebut sudah dibuktikan dengan para pemuda desa Randuagung yang telah mendapatkan apresiasi di kancah Internasional, yang meliputi bidang olahraga, akademik, hingga bidang lain yang membutuhkan kemampuan khusus.

Salah satu prestasi anak muda yang sangat membanggakan adalah prestasi Sutikno yang berhasil menyumbangkan Medali Emas saat kejuaraan Atletik di Vietnam.

Keberhasilan ini salah satunya disebabkan karena mereka mampu mengasah bakat yang dimilikinya.

Dengan hadirnya Teras Kreasi ini, Randuagung Community berharap dapat memunculkan prestasi para pemuda sesuai bakat dan potensi masing-masing.

Launching Teras Kreasi, Terobosan RC Gali Potensi Pemuda

Pemerintah Kec Randuagung, Relawan Randuagung Community dan Ansor Banser Randuagung Hari ini Salurkan Beras Ngeramut Tonggo.

Ada sekitar 2.014 sak bantuan beras yang hari ini di distribusikan untuk 12 desa yang ada di kecamatan Randuagung dengan Rinciannya sebagai berikut:



  1. Desa Randuagung: 277 Sak
  2. Desa Tunjung: 49 Sak
  3. Desa Kalipenggung: 117 Sak
  4. Desa Gedangmas: 97 Sak
  5. Desa Ranulogong: 143 Sak
  6. Desa Salak: 36 Sak
  7. Desa Ranuwurung: 227 Sak
  8. Desa Ledok Tempuro: 215 Sak
  9. Desa Buwek: 151 Sak
  10. Desa Pejarakan: 257 Sak
  11. Desa Kalidilem: 237 Sak
  12. Desa Banyuputih Lor: 208 Sak



Beras beras ini berasal dari sumbangan masyarakat dan akan didistribusikan pada warga yang terdampak secara ekonomi akibat Covid-19.

Semua beras akan disalurkan secara langsung oleh relawan dengan data yang telah dimiliki Kecamatan dan Desa.

Video: Relawan RC Dan Ansor Distribusikan Beras Ngeramut Tonggo


Randuagung Community hari ini mendapatkan bantuan masker dari salah satu partai politik, Partai Kebangkitan Bangsa untuk nantinya masker tersebut dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan.

Masyarakat yang dinilai membutuhkan adalah mereka yang masih bekerja dan beraktivitas di luar rumah seperti di Pasar Randuagung. Mulai dari tukang ojek, becak, pedagang, dan orang yang masih bekerja di tengah wabah.

Kita harus tolong menolong untuk menghentikan penyebaran virus corona secepat mungkin. Kalian dan semua orang bisa berdonasi untuk membantu menghentikan penyebaran virus corona.

Silahkan Salurkan bantuan kalian seperti Barang, Uang dan tenaga #RCPeduliCorona di: https://chat.whatsapp.com/BrDlsgO3EKOCXjEWsKd3GT

Berikut Videonya:

Video: RC Bagi-bagi Masker Kepada Pedagang Pasar


Hari ini Randuagung Community (Komunitas Randuagung)melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa titik lokasi di Desa Randuagung setelah sehari sebelumnya juga telah membagikan masker "LUMAJANG EKSOTIK" bagi warga Desa Randuagung.

Penyemprotan dilaksanakan pada sejumlah titik, yakni Masjid Nuruh Huda Randuagung, KUA, Polsek Randuagung, BANK BRI, Alfamart, Indomaret, kantor Kecamatan, Koramil, Puskesmas, Warung dan rumah warga.



Ketua Harian Randuagng Community Aminulla Husen saat melakukan penyemprotan di Rumah - rumah warga mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk keprihatinan terhadap kondisi penyebaran virus mematikan tersebut yang melanda hampir seluruh belahan dunia termasuk sekarang yang sudah masuk ke Kecamatan Randuagung.

"Penyemprotan disinfektan ini dilakukan sebagai upaya membantu pemerintah dan masyarakat yang kini berjuang untuk menekan penyebaran Covid-19 di Lumajang," katanya.



Menurut Aminullah Husen, walaupun saat ini disinfektan sudah tidak dijual di pasaran, namun Randuagung COmmunity membuat sendiri disinfektan mempergunakan bahan-bahan yang tersedia, seperti pemutih pakaian, pembersih lantai So Klin, dan pembersih toilet Wipol dengan komposisi sama seperti disinfektan.

Sementara salah satu dari anggota ANSOR Randuagung yang saat itu juga bergabung dalam aksi ini, Muhammad Fawaid Jazuli mengimbau kepada komunitas, organisasi sosial, kemasyarakatan, dan kepemudaan lainnya untuk bersama-sama mengambil bagian dalam upaya pencegahan dan menekan penyebaran Covid-19 di Kecamatan Randuagung.



Polsek Randuagung juga menyampaikan apresiasi kepada Randuagung Community yang sudah dengan swadaya melakukan penyemprotan disinfektak dan pembagian gratis masker bagi warga.

"Apresiasi kami kepada Komunitas Randuagung Community dan Ansor randuagung yang telah berinisitif membantu pemerintah. Kami berharap inisitif yang sama dilakukan komponen masyarakat lainnya guna membantu masyarakat dalam mencegah Covid-19,” tutupnya.

Salam Dirumah Saja....!!














Penyemprotan Disinfektan Di Desa Randuagung


Sabtu (11/01), 5 Mahasiswa Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember mengadakan kunjungan ke Candi Agung yang terletak di Desa Randuagung, Kabupaten Lumajang dalam rangka studi budaya dan sejarah.

Situs Candi Agung dijadikan objek kajian penulisan sejarah dalam penyusunan tugas akhir kuliah.

Pengkajian ini bertujuan untuk memberikan informasi sejarah terutama tentang peradaban majapahit dan kerajaan di bawahnya kepada masyarakat terutama generasi milenial.

Fabri Dwi Mahendra, selaku koordinator studi budaya dan sejarah tersebut memiliki harapan agar Candi Agung dapat menjadi tempat yang mengedukasi masyarakat dan akses menuju lokasi dapat ditata ulang kembali.

"Studi budaya dan sejarah ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat terutama generasi milenial dan akses menuju Candi Agung ini dapat ditata ulang kembali," ketus Fabri.

Dalam kegiatan ini, banyak harapan yang dapat terlaksana dengan baik ke depannya. Pemerintah daerah setempat diharapkan menjadikan Candi Agung sebagai salah satu objek wisata sejarah di Kabupaten Lumajang khususnya Kecamatan Randuagung sendiri. Dengan begitu, Candi Agung dapat menjadi ikon Kecamatan Randuagung.

Balai Purbakal juga diharapkan agar melakukan eskavasi terhadap candi. Jika memang sudah pernah dilakukan eskavasi, diharapkan dapat dilanjutkan ke tahap pugarisasi karena situs tersebut merupakan situs penting bersejarah. Apabila terbengkalai, apa yang dapat diceritakan kepada anak cucu di masa depan kelak.

Fabri juga berharap agar masyarakat dan generasi muda sekitar dapat terus merawat Candi Agung dengan baik.

"Saya berharap masyarakat sekitar dapat menjaga dan merawat dengan baik. Juga memanfaatkan candi sebagai sarana edukasi sehingga dapat menumbuhkan cinta akan sejarah negara kita sendiri. Seperti kata Bapak Proklamator Indonesia, Ir. Soekarno yang menyatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mengharagai sejarahnya," imbuhnya.

Mahasiswa Universitas Jember Lakukan Studi Budaya dan Sejarah Candi Agung



Santri berdedikasi untuk negeri

Kompak rajut kesatuan abadi

Tegakkan semangat jihad cinta bumi pertiwi

Pejuang kemerdekaan, bukan pemecah NKRI



Sejarah telah berbicara

Telah gugur para santri bela negara

Demi pertahankan kedaulatan Indonesia

Dari kekejaman penjajah tak berakal



Santri pantang putus asa

Jadi garda terdepan, melawan pihak-pihak yang merongrong pancasila

Kami berkonstitusi satu UUD 1945

Berkebudayaan Bhineka Tungga Ika



Santri kantongi semangat proklamasi

Resolusi jihad terpatri dalam hati



Santri berpegangan erat atas nama bangsa

Hidup jiwa patriotisme bela nusantara

Perajut perdamaian tanpa batas agama



Kami,

Santri Indonesia hadir untuk dunia


Karya: Ann, 22 Oktober 2019 (Sekretaris Randuagung Community)

Santri Untuk Indonesia (Persembahan hari santri 2019)


RC Jelajah kali ini akan bersama Ribuan warga dan wisatawan lainnya yang mencoba bernostalgia ke jaman mbiyen (Jaman dulu) melalui pakaian, permainan hingga kuliner tradisonal di Festival Lumajang Mbiyen yang dulunya bernama "Loemadjang Djaman Doeloe".

Lumajang Mbiyen Tahun ini diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 27,28,29 September 2019 di PTPN XII Kertowono Gucialit.

Berikut Videonya:

Jalan-jalan Di Acara Loemadjang Mbiyen Berbudaya, Keren Abis


KARNAVAL, salah satu ajang kreativitas anak bangsa dalam memeriahkan kemerdekaan HUT RI ke-74 yang rutin digelar di Kecamatan Randuagung setiap tahunnya.

Randuagung Community (RC) sebagai komunitas pemuda se-kecamatan Randuagung tidak pernah absen menunjukkan kreativitas terbaik dalam mengekspresikan kecintaan mereka pada tanah air lewat tari tradisional Indonesia.

Perpaduan tari tradisional dari berbagai daerah disuguhkan demi atraksi megah dan modern, diantaranya; tari Ratoh Jaro (Aceh) yang pernah ditampilkan dalam Opening Ceremony Asian Games 2018, Bungong Jeumpa (Aceh), Soleram (Riau), Ampar-Ampar Pisang (Kalimantan Selatan), Cuplak-Cuplak Suweng (Jawa Timur), Yamko Rambe Yamko (Papua), Gemu Famire (Nusa Tenggara Timur).

Banyak pujian menghujani penampilan RC di sepanjang jalan raya Desa Tunjung (Start) menuju Randuagung (Finish). Bahkan tidak segan-segan RC menampilkan tarian apiknya di beberapa titik yang tidak dinilai demi permohonan kebahagian masyarakat Randuagung. Seperti pada tahun 2018, banyak viewer yang mengakses channel YouTube Randuagung Community untuk memuaskan mata kembali akan penampilan RC.

RC berinovasi dan tampil beda, meski sebenarnya sudah tidak sesuai dengan tata tertib karnaval yang harus menampilkan satu tarian saja dan truk dihias sesuai tema tarian. Sekalipun jelas-jelas tidak akan menorehkan kemenangan karena melawan arus, mereka tetap hadir dalam ketulusan hati dan kobaran semangat demi penampilan terbaik yang selalu ditagih dan ditunggu masyarakat Randuagung setiap tahunnya.

74 tahun Indonesia merdeka. Sudah cukup umur dan para pemuda RC sadar, Indonesia tidak tersusun atas batas peta. Negara Indonesia seluas Sabang sampai Merauke yang kaya akan budaya. Tidak bisa bungkam untuk menunjukkan bahwa mereka adalah bagian bangsa yang besar, yaitu bangsa yang bebas berekspresi, berkarya, dan menghapus batas-batas kreativitas.

Pemuda RC, generasi bangsa yang siap memajukan Randuagung, berani muncul untuk membudayakan teladan cinta budaya, cinta tanah air.
“Kami padamu Indonesia,” kompak RC.



VIDEO: RC Dance Kece! Karnaval Cinta Budaya, Cinta Indonesia

RC (Randuagung Community) dipercayai mewakili Kecamatan Randuagung untuk mengikuti lomba kadarkum (keluarga sadar hukum) tingkat kabupaten. Kelima aktivis RC yang ikut serta yaitu Amir Mahmud, Ade Purwa, Teguh Sudirman, Diana Pratiwi, dan Anik Umi Arifah, yang dibina langsung oleh Berlian Firdausi.

Lomba kadarkum diikuti oleh semua kecamatan di Kabupaten Lumajang yang diadakan setiap tahun. Hal ini berguna untuk meningkat tingkatkan kesadaran masyarakat terhadap hukum.

“Banyak masyarakat yang belum mengetahui hukum sepenuhnya. Dan saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai disini,” tutur Wakil Bupati, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si.

Sementara bagi anggota RC, lomba kadarkum tahun ini menjadi pengalaman pertama mereka. Ada enam materi Undang-Undang yang harus mereka dalami, mulai dari UU perdagangan orang, pidana anak, lalu lintas, terorisme, teknologi infomasi, dan narkotika.

“Ini memang pengalaman pertama tapi kita akan berusaha semaksimal mungkin,” ketus Amir Mahmud, salah satu peserta lomba.

Kecamatan Randuagung mengikuti lomba di putaran pertama dengan melawan lima kecamatan. Dimulai dari memperkenalkan diri, menyorakkan yel-yel penuh semangat kemudian dilanjutkan dengan sesi perlombaan. Skor awal cukup bersaing namun tahap selanjutnya skor tim lain mulai mengejar. Alhasil, mereka belum berhasil masuk ke babak selanjutnya.


“Mungkin karena persiapan kita kurang. Pengalaman tahun ini telah menjadi pelajaran. Kita harus lebih siap lagi untuk tahun depan,” imbuh Ade Purwa.

Sekalipun pulang dengan membawa kekalahan, Adiarto Hendro selaku Trantib Kecamatan Randuagung sangat mengapresiasi semangat mereka.

“Menurut saya sangat luar biasa, karena mereka kontestan yang masih sangat muda-muda dan sangat berani untuk mengikuti lomba ini. Mereka hanya kurang pengalaman saja. Mungkin akan lebih siap untuk tahun depan,” tegasnya.

Kekalahan bukanlah hal yang menyedihkan. Poin yang terpenting, bahwasanya mereka dapat menunjukkan bahwa pemuda-pemuda Randuagung sangat aktif dalam menyebarkan hal-hal positif. (ANN)

Lomba Kadarkum: Kemenangan Belum Berpihak Pada Kecamatan Randuagung

Subscribe Our Newsletter