-->

    Social Items

Pemerintah Kec Randuagung, Relawan Randuagung Community dan Ansor Banser Randuagung Hari ini Salurkan Beras Ngeramut Tonggo.

Ada sekitar 2.014 sak bantuan beras yang hari ini di distribusikan untuk 12 desa yang ada di kecamatan Randuagung dengan Rinciannya sebagai berikut:



  1. Desa Randuagung: 277 Sak
  2. Desa Tunjung: 49 Sak
  3. Desa Kalipenggung: 117 Sak
  4. Desa Gedangmas: 97 Sak
  5. Desa Ranulogong: 143 Sak
  6. Desa Salak: 36 Sak
  7. Desa Ranuwurung: 227 Sak
  8. Desa Ledok Tempuro: 215 Sak
  9. Desa Buwek: 151 Sak
  10. Desa Pejarakan: 257 Sak
  11. Desa Kalidilem: 237 Sak
  12. Desa Banyuputih Lor: 208 Sak



Beras beras ini berasal dari sumbangan masyarakat dan akan didistribusikan pada warga yang terdampak secara ekonomi akibat Covid-19.

Semua beras akan disalurkan secara langsung oleh relawan dengan data yang telah dimiliki Kecamatan dan Desa.

Video: Relawan RC Dan Ansor Distribusikan Beras Ngeramut Tonggo


Randuagung Community hari ini mendapatkan bantuan masker dari salah satu partai politik, Partai Kebangkitan Bangsa untuk nantinya masker tersebut dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan.

Masyarakat yang dinilai membutuhkan adalah mereka yang masih bekerja dan beraktivitas di luar rumah seperti di Pasar Randuagung. Mulai dari tukang ojek, becak, pedagang, dan orang yang masih bekerja di tengah wabah.

Kita harus tolong menolong untuk menghentikan penyebaran virus corona secepat mungkin. Kalian dan semua orang bisa berdonasi untuk membantu menghentikan penyebaran virus corona.

Silahkan Salurkan bantuan kalian seperti Barang, Uang dan tenaga #RCPeduliCorona di: https://chat.whatsapp.com/BrDlsgO3EKOCXjEWsKd3GT

Berikut Videonya:

Video: RC Bagi-bagi Masker Kepada Pedagang Pasar


Hari ini Randuagung Community (Komunitas Randuagung)melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa titik lokasi di Desa Randuagung setelah sehari sebelumnya juga telah membagikan masker "LUMAJANG EKSOTIK" bagi warga Desa Randuagung.

Penyemprotan dilaksanakan pada sejumlah titik, yakni Masjid Nuruh Huda Randuagung, KUA, Polsek Randuagung, BANK BRI, Alfamart, Indomaret, kantor Kecamatan, Koramil, Puskesmas, Warung dan rumah warga.



Ketua Harian Randuagng Community Aminulla Husen saat melakukan penyemprotan di Rumah - rumah warga mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk keprihatinan terhadap kondisi penyebaran virus mematikan tersebut yang melanda hampir seluruh belahan dunia termasuk sekarang yang sudah masuk ke Kecamatan Randuagung.

"Penyemprotan disinfektan ini dilakukan sebagai upaya membantu pemerintah dan masyarakat yang kini berjuang untuk menekan penyebaran Covid-19 di Lumajang," katanya.



Menurut Aminullah Husen, walaupun saat ini disinfektan sudah tidak dijual di pasaran, namun Randuagung COmmunity membuat sendiri disinfektan mempergunakan bahan-bahan yang tersedia, seperti pemutih pakaian, pembersih lantai So Klin, dan pembersih toilet Wipol dengan komposisi sama seperti disinfektan.

Sementara salah satu dari anggota ANSOR Randuagung yang saat itu juga bergabung dalam aksi ini, Muhammad Fawaid Jazuli mengimbau kepada komunitas, organisasi sosial, kemasyarakatan, dan kepemudaan lainnya untuk bersama-sama mengambil bagian dalam upaya pencegahan dan menekan penyebaran Covid-19 di Kecamatan Randuagung.



Polsek Randuagung juga menyampaikan apresiasi kepada Randuagung Community yang sudah dengan swadaya melakukan penyemprotan disinfektak dan pembagian gratis masker bagi warga.

"Apresiasi kami kepada Komunitas Randuagung Community dan Ansor randuagung yang telah berinisitif membantu pemerintah. Kami berharap inisitif yang sama dilakukan komponen masyarakat lainnya guna membantu masyarakat dalam mencegah Covid-19,” tutupnya.

Salam Dirumah Saja....!!














Penyemprotan Disinfektan Di Desa Randuagung


Sabtu (11/01), 5 Mahasiswa Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember mengadakan kunjungan ke Candi Agung yang terletak di Desa Randuagung, Kabupaten Lumajang dalam rangka studi budaya dan sejarah.

Situs Candi Agung dijadikan objek kajian penulisan sejarah dalam penyusunan tugas akhir kuliah.

Pengkajian ini bertujuan untuk memberikan informasi sejarah terutama tentang peradaban majapahit dan kerajaan di bawahnya kepada masyarakat terutama generasi milenial.

Fabri Dwi Mahendra, selaku koordinator studi budaya dan sejarah tersebut memiliki harapan agar Candi Agung dapat menjadi tempat yang mengedukasi masyarakat dan akses menuju lokasi dapat ditata ulang kembali.

"Studi budaya dan sejarah ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat terutama generasi milenial dan akses menuju Candi Agung ini dapat ditata ulang kembali," ketus Fabri.

Dalam kegiatan ini, banyak harapan yang dapat terlaksana dengan baik ke depannya. Pemerintah daerah setempat diharapkan menjadikan Candi Agung sebagai salah satu objek wisata sejarah di Kabupaten Lumajang khususnya Kecamatan Randuagung sendiri. Dengan begitu, Candi Agung dapat menjadi ikon Kecamatan Randuagung.

Balai Purbakal juga diharapkan agar melakukan eskavasi terhadap candi. Jika memang sudah pernah dilakukan eskavasi, diharapkan dapat dilanjutkan ke tahap pugarisasi karena situs tersebut merupakan situs penting bersejarah. Apabila terbengkalai, apa yang dapat diceritakan kepada anak cucu di masa depan kelak.

Fabri juga berharap agar masyarakat dan generasi muda sekitar dapat terus merawat Candi Agung dengan baik.

"Saya berharap masyarakat sekitar dapat menjaga dan merawat dengan baik. Juga memanfaatkan candi sebagai sarana edukasi sehingga dapat menumbuhkan cinta akan sejarah negara kita sendiri. Seperti kata Bapak Proklamator Indonesia, Ir. Soekarno yang menyatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mengharagai sejarahnya," imbuhnya.

Mahasiswa Universitas Jember Lakukan Studi Budaya dan Sejarah Candi Agung



Santri berdedikasi untuk negeri

Kompak rajut kesatuan abadi

Tegakkan semangat jihad cinta bumi pertiwi

Pejuang kemerdekaan, bukan pemecah NKRI



Sejarah telah berbicara

Telah gugur para santri bela negara

Demi pertahankan kedaulatan Indonesia

Dari kekejaman penjajah tak berakal



Santri pantang putus asa

Jadi garda terdepan, melawan pihak-pihak yang merongrong pancasila

Kami berkonstitusi satu UUD 1945

Berkebudayaan Bhineka Tungga Ika



Santri kantongi semangat proklamasi

Resolusi jihad terpatri dalam hati



Santri berpegangan erat atas nama bangsa

Hidup jiwa patriotisme bela nusantara

Perajut perdamaian tanpa batas agama



Kami,

Santri Indonesia hadir untuk dunia


Karya: Ann, 22 Oktober 2019 (Sekretaris Randuagung Community)

Santri Untuk Indonesia (Persembahan hari santri 2019)


RC Jelajah kali ini akan bersama Ribuan warga dan wisatawan lainnya yang mencoba bernostalgia ke jaman mbiyen (Jaman dulu) melalui pakaian, permainan hingga kuliner tradisonal di Festival Lumajang Mbiyen yang dulunya bernama "Loemadjang Djaman Doeloe".

Lumajang Mbiyen Tahun ini diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 27,28,29 September 2019 di PTPN XII Kertowono Gucialit.

Berikut Videonya:

Jalan-jalan Di Acara Loemadjang Mbiyen Berbudaya, Keren Abis


KARNAVAL, salah satu ajang kreativitas anak bangsa dalam memeriahkan kemerdekaan HUT RI ke-74 yang rutin digelar di Kecamatan Randuagung setiap tahunnya.

Randuagung Community (RC) sebagai komunitas pemuda se-kecamatan Randuagung tidak pernah absen menunjukkan kreativitas terbaik dalam mengekspresikan kecintaan mereka pada tanah air lewat tari tradisional Indonesia.

Perpaduan tari tradisional dari berbagai daerah disuguhkan demi atraksi megah dan modern, diantaranya; tari Ratoh Jaro (Aceh) yang pernah ditampilkan dalam Opening Ceremony Asian Games 2018, Bungong Jeumpa (Aceh), Soleram (Riau), Ampar-Ampar Pisang (Kalimantan Selatan), Cuplak-Cuplak Suweng (Jawa Timur), Yamko Rambe Yamko (Papua), Gemu Famire (Nusa Tenggara Timur).

Banyak pujian menghujani penampilan RC di sepanjang jalan raya Desa Tunjung (Start) menuju Randuagung (Finish). Bahkan tidak segan-segan RC menampilkan tarian apiknya di beberapa titik yang tidak dinilai demi permohonan kebahagian masyarakat Randuagung. Seperti pada tahun 2018, banyak viewer yang mengakses channel YouTube Randuagung Community untuk memuaskan mata kembali akan penampilan RC.

RC berinovasi dan tampil beda, meski sebenarnya sudah tidak sesuai dengan tata tertib karnaval yang harus menampilkan satu tarian saja dan truk dihias sesuai tema tarian. Sekalipun jelas-jelas tidak akan menorehkan kemenangan karena melawan arus, mereka tetap hadir dalam ketulusan hati dan kobaran semangat demi penampilan terbaik yang selalu ditagih dan ditunggu masyarakat Randuagung setiap tahunnya.

74 tahun Indonesia merdeka. Sudah cukup umur dan para pemuda RC sadar, Indonesia tidak tersusun atas batas peta. Negara Indonesia seluas Sabang sampai Merauke yang kaya akan budaya. Tidak bisa bungkam untuk menunjukkan bahwa mereka adalah bagian bangsa yang besar, yaitu bangsa yang bebas berekspresi, berkarya, dan menghapus batas-batas kreativitas.

Pemuda RC, generasi bangsa yang siap memajukan Randuagung, berani muncul untuk membudayakan teladan cinta budaya, cinta tanah air.
“Kami padamu Indonesia,” kompak RC.



VIDEO: RC Dance Kece! Karnaval Cinta Budaya, Cinta Indonesia

RC (Randuagung Community) dipercayai mewakili Kecamatan Randuagung untuk mengikuti lomba kadarkum (keluarga sadar hukum) tingkat kabupaten. Kelima aktivis RC yang ikut serta yaitu Amir Mahmud, Ade Purwa, Teguh Sudirman, Diana Pratiwi, dan Anik Umi Arifah, yang dibina langsung oleh Berlian Firdausi.

Lomba kadarkum diikuti oleh semua kecamatan di Kabupaten Lumajang yang diadakan setiap tahun. Hal ini berguna untuk meningkat tingkatkan kesadaran masyarakat terhadap hukum.

“Banyak masyarakat yang belum mengetahui hukum sepenuhnya. Dan saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai disini,” tutur Wakil Bupati, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si.

Sementara bagi anggota RC, lomba kadarkum tahun ini menjadi pengalaman pertama mereka. Ada enam materi Undang-Undang yang harus mereka dalami, mulai dari UU perdagangan orang, pidana anak, lalu lintas, terorisme, teknologi infomasi, dan narkotika.

“Ini memang pengalaman pertama tapi kita akan berusaha semaksimal mungkin,” ketus Amir Mahmud, salah satu peserta lomba.

Kecamatan Randuagung mengikuti lomba di putaran pertama dengan melawan lima kecamatan. Dimulai dari memperkenalkan diri, menyorakkan yel-yel penuh semangat kemudian dilanjutkan dengan sesi perlombaan. Skor awal cukup bersaing namun tahap selanjutnya skor tim lain mulai mengejar. Alhasil, mereka belum berhasil masuk ke babak selanjutnya.


“Mungkin karena persiapan kita kurang. Pengalaman tahun ini telah menjadi pelajaran. Kita harus lebih siap lagi untuk tahun depan,” imbuh Ade Purwa.

Sekalipun pulang dengan membawa kekalahan, Adiarto Hendro selaku Trantib Kecamatan Randuagung sangat mengapresiasi semangat mereka.

“Menurut saya sangat luar biasa, karena mereka kontestan yang masih sangat muda-muda dan sangat berani untuk mengikuti lomba ini. Mereka hanya kurang pengalaman saja. Mungkin akan lebih siap untuk tahun depan,” tegasnya.

Kekalahan bukanlah hal yang menyedihkan. Poin yang terpenting, bahwasanya mereka dapat menunjukkan bahwa pemuda-pemuda Randuagung sangat aktif dalam menyebarkan hal-hal positif. (ANN)

Lomba Kadarkum: Kemenangan Belum Berpihak Pada Kecamatan Randuagung

Kecamatan Randuagung merupakan salah satu kecamatan yang ada di kabupaten Lumajang. Luas kecamatan Randuagung mencapai 103,41 Km2 atau sekitar 5,77 persen dari luas kabupaten Lumajang.

Berdasarkan hasil registrasi penduduk tahun 2013 tercatat jumlah penduduk kecamatan Randuagung sebesar 61.274 jiwa yang tersebar pada 12 desa. Sehingga kepadatan penduduknya mencapai 593 jiwa/Km2.

Secara administratif batas-batas wilayah kecamatan Randuagung adalah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara Kecamatan Klakah dan Kab. Probolinggo
  • Sebelah Timur Kecamatan Jatiroto dan Kab. Jember
  • Sebelah Selatan Kecamatan Jatiroto dan Sukodono
  • Sebelah Barat Kecamatan Kedungjajang

Berdasarkan jenis tanahnya di kecamatan Randuagung dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu tanah sawah, tanah kering, dan lainnya.  Diantara ketiga jenis tersebut tanah lainnya memiliki area terluas, yaitu 5.228 hektar atau 55,89 persen dari luas keseluruhan.

Pemerintahan


Kecamatan Randuagung terbagi dalam 12 desa yang kesemuanya merupakan desa berkategori swasembada. Secara struktur pemerintahan desa terdiri dari Kepala desa, Sekretaris, Kaur Pemerintahan, Kaur Kesra, Kaur Pembangunan, Kaur Keuangan, Kaur Umum, Ketua Dusun dan Staf Desa.

Jumlah rukun tetangga sebanyak 441 dan rukun warga sebanyak 133. Dari total 17.951 kepala keluarga yang ada di kecamatan Randuagung terdapat rumah tempat tinggal sebanyak 16.290 unit; yang terdiri dari 9.119 rumah gedung, 2.795 setengah gedung, dan 4.376 rumah biasa.

Penduduk dan Ketenagakerjaan


Penduduk sebagai obyek sekaligus subyek pembangunan mempunyai peranan penting dalam pembangunan. Oleh karena itu data kependudukan sangat dibutuhkan dalam perencanaan pembangunan.

Jumlah penduduk kecamatan Randuagung dari hasil registrasi penduduk akhir tahun 2013 tercatat sebesar 61.274 jiwa, yang terdiri dari 30.040 jiwa (49,03 %) penduduk laki-laki dan 31.234 jiwa (50,97 %) penduduk perempuan.

Sedangkan berdasarkan angka Rasio Jenis Kelamin sebesar 96,18 menunjukkan bahwa dari setiap 100 penduduk perempuan terdapat sekitar 96 penduduk laki-laki sehingga bisa dikatakan bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih sedikit dari penduduk perempuan. Rata-rata jumlah anggota rumah tangga di kecamatan Randuagung sebesar 3 jiwa.

Salah satu variabel pertumbuhan alami penduduk adalah angka kelahiran dan kematian.  Selama tahun 2013 terdapat 743 kelahiran dan 326 kematian sehingga angka kelahiran nettonya sebesar 417.

Selain itu pertumbuhan penduduk juga dipengaruhi oleh faktor migrasi. Selama tahun 2013 jumlah penduduk yang datang dan pergi tercatat masing-masing sebanyak 68 dan 49 jiwa.

Pada tahun 2013 penduduk usia 10 th ke atas yang bekerja sebanyak 35.089 orang dengan didominasi buruh tani dan petani yang mencapai 78,48 persen dari total pekerja yang ada.

Untuk jumlah pekerja terbanyak kedua dan ketiga adalah dengan mata pencaharian di bidang jasa-jasa dan perdagangan, yaitu masing-masing sebanyak 2.729 orang dan 2.349 orang.

Sosial


Peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu program strategis
pembangunan nasional. Titik berat program ini dilakukan untuk merencanakan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Jumlah prasarana pendidikan di kecamatan Randuagung tahun 2013 untuk setingkat SD/Sederajat sebanyak 52 unit, SLTP/sederajat sebanyak 7 unit dan SMU/Sederajat sebanyak 6 unit.

Sedangkan jumlah peserta didik masing-masing tingkat pendidikan, yaitu untuk SD/Sederajat sebanyak 7.886 orang, SLTP/Sederajat sebanyak 2.290 orang dan SLTA/sederajat sebanyak 534 orang. Program strategis lainnya adalah di bidang kesehatan.

Fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia di kecamatan Randuagung antara lain; Puskesmas, Pustu, Dokter Praktek, BKIA, Bidan, polindes dan lainnya.

Pengunjung fasilitas kesehatan pemerintah selama tahun 2013 tercatat sebanyak 35.562 orang. Pengunjung Polindes adalah yang terbesar diantara pengunjung fasilitas kesehatan lainnya, yaitu mencapai 19.496 orang atau 54,82 persen.

Untuk meningkatkan kualitas ibadah keagamaan salah satunya adalah dengan penyediaan sarana tempat ibadah. Tabel 3.18 menunjukkan jumlah masjid, musholla, gereja, dan tampat peribadatan lainnya.


Produksi


Luas panen tanaman pertanian khususnya tanaman padi dan palawija di kecamatan Randuagung pada tahun 2013 mencapai 5.199,07 Ha. Persentase terbesar luas panen adalah komoditas jagung yang mencapai 2.436,87 hektar atau 46,87 persen dari luas panen keseluruhan.

Untuk komoditas tanaman sayuran yang ada di kecamatan Randuagung sangat beragam antara lain ; terong, kacang panjang, cabe rawit, dan tomat dengan jumlah produksi selama tahun 2013 masing-masing mencapai 2.614 kwintal, 2.781 kwintal, 11.353 kwintal, dan 1.430 kwintal.

Untuk mencukupi kebutuhan lemak hewani penduduknya, maka ketersediaan binatang ternak dan hasil peternakan sangat dibutuhkan. Populasi sapi pada tahun 2013 sebanyak 5.866 ekor, domba sebesar 734 ekor, kambing sebesar 2.174 ekor, ayam buras sebanyak 139.580 ekor, ayam ras pedaging sebanyak 34.000 ekor, dan itik sebanyak 4.281 ekor.

Disamping itu di kecamatan Randuagung terdapat beberapa jenis usaha industri kecil dan kerajinan rumah tangga menurut komoditinya yang bisa dilihat pada tabel 4.10.

Keuangan


Dalam membangun sarana dan prasarana yang ada di desa tidak lepas dari dukungan pajak, retribusi, dan pemasukan lainnya yang berhasil di himpun. Semua desa di kecamatan Randuagung telah memenuhi target baku pemasukan pajak bumi dan bangunan pada tahun 2013.

Secara keseluruhan dari target baku senilai Rp. 307.167.000,- telah tercapai realisasi 100 persen, sedangkan dari pemasukan retribusi pasar yang berhasil dihimpun selama tahun 2013mencapai Rp. 177.000.000

Kecamatan Randuagung Lumajang

Subscribe Our Newsletter