-->

    Social Items


Mengacu hasil data dari BPCB Trowulan sebaran tinggalan arkeologi di Kabupaten Lumajang sejumlah 96 buah. Beberapa tinggalan arkeologi antara lain tersebar di salah satunya yang terletak di Kecamatan Randuagung yaitu (Situs Pajarakan, Situs Candi Agung)

Penelitian di Candi Agung ini diawali oleh Dinas Purbakala pada tahun 1954, kemudian pada tahun 1988 SPSP Jawa Timur (sekarang BPCB Jawa Timur) melakukan ekskavasi, dan pada tahun 1990 Puslitarkenas melakukan survei di Candi Randuagung. Tujuan kegiatan penelitian ini untuk mengetahui arsitektur candi Agung.

Hasil kegiatan penelitian arsitektur Candi Agung yang dilaksanakan pada tanggal Agustus 2016 yaitu:


  • Membuka 2 kotak uji (TP 01 dan TP 02) untuk memperoleh data mengenai bangunan pagar terluar Candi Randuagung
  • Kotak TP 01 memperoleh data berupa struktur bata sebanyak 10 lapis yang diduga pagar bagian sudut timur laut. Konstruksi bagian sudut struktur bata ini dilengkapi dengan perkuatan di bagian sisi bagian dalam. Dimensi struktur bata ini mempunyai lebar 110 cm dengan tinggi 0,60 meter. Kondisi struktur bata ini melesak ke arah luar (timur)
  • Kotak TP 02 memperoleh data berupa struktur bata sebanyak 12 lapis yang diduga pagar dengan orientasi timur – barat. Dimensi struktur bata ini mempunyai lebar 100 cm dengan tinggi 0,70 meter. Kondisi struktur bata ini melesak ke arah luar (utara).


Jadi berdasarkan hasil kegiatan penelitian arsitektur Candi Agung untuk sementara menghasilkan kesimpulan yaitu:

Temuan struktur bata yang diduga pagar bagian sudut timur laut ini menambah data komponen bangunan (arsitektur) candi Randuagung. Keberadaan Candi Agung ini sudah terdokumentasi dengan baik di KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde).
Berdasarkan data dokumentasi KITLV diperoleh informasi bahwa bangunan candi Induk lebih tinggi dari kondisi sekarang, struktur batur di depan pintu masuk candi, dan komponen pagar candi yang dilengkapi dengan bangunan gapura.


Rekomendasi
Dipandang perlu melakukan kegiatan penelitian secara menyeluruh dan bertahap di Candi Agung karena berdasarkan hasil ekskavasi dan data KITLV Candi Agung secara arsitektural mempunyai komponen bangunan pagar, pagar keliling, gapura, dan batur. Hal ini menambah nilai tambah dan nilai penting Candi Agung yang akan menjadi ikon / jati diri Kabupaten Lumajang. Penelitian ini dikoordinasikan dengan Balai Arkeologi D.I. Yogyakarta dengan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Lumajang.


Pelestarian
Dipandang perlu melakukan penataan lingkungan candi Randuagung lebih representatif sebagai upaya awal mewujudkan candi randuagung sebagai ikon kabupaten Lumajang, yaitu tempat parkir, jalan/akses menuju ke lokasi candi, dan papan informasi. Kegiatan ini dikoordinasikan dengan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Lumajang dan BPCB Jawa Timur.


Sumber: arkeologijawa.kemdikbud.go.id


Arsitektur Candi Agung Randuagung di Kabupaten Lumajang


Mengacu hasil data dari BPCB Trowulan sebaran tinggalan arkeologi di Kabupaten Lumajang sejumlah 96 buah. Beberapa tinggalan arkeologi antara lain tersebar di salah satunya yang terletak di Kecamatan Randuagung yaitu (Situs Pajarakan, Situs Candi Agung)

Penelitian di Candi Agung ini diawali oleh Dinas Purbakala pada tahun 1954, kemudian pada tahun 1988 SPSP Jawa Timur (sekarang BPCB Jawa Timur) melakukan ekskavasi, dan pada tahun 1990 Puslitarkenas melakukan survei di Candi Randuagung. Tujuan kegiatan penelitian ini untuk mengetahui arsitektur candi Agung.

Hasil kegiatan penelitian arsitektur Candi Agung yang dilaksanakan pada tanggal Agustus 2016 yaitu:


  • Membuka 2 kotak uji (TP 01 dan TP 02) untuk memperoleh data mengenai bangunan pagar terluar Candi Randuagung
  • Kotak TP 01 memperoleh data berupa struktur bata sebanyak 10 lapis yang diduga pagar bagian sudut timur laut. Konstruksi bagian sudut struktur bata ini dilengkapi dengan perkuatan di bagian sisi bagian dalam. Dimensi struktur bata ini mempunyai lebar 110 cm dengan tinggi 0,60 meter. Kondisi struktur bata ini melesak ke arah luar (timur)
  • Kotak TP 02 memperoleh data berupa struktur bata sebanyak 12 lapis yang diduga pagar dengan orientasi timur – barat. Dimensi struktur bata ini mempunyai lebar 100 cm dengan tinggi 0,70 meter. Kondisi struktur bata ini melesak ke arah luar (utara).


Jadi berdasarkan hasil kegiatan penelitian arsitektur Candi Agung untuk sementara menghasilkan kesimpulan yaitu:

Temuan struktur bata yang diduga pagar bagian sudut timur laut ini menambah data komponen bangunan (arsitektur) candi Randuagung. Keberadaan Candi Agung ini sudah terdokumentasi dengan baik di KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde).
Berdasarkan data dokumentasi KITLV diperoleh informasi bahwa bangunan candi Induk lebih tinggi dari kondisi sekarang, struktur batur di depan pintu masuk candi, dan komponen pagar candi yang dilengkapi dengan bangunan gapura.


Rekomendasi
Dipandang perlu melakukan kegiatan penelitian secara menyeluruh dan bertahap di Candi Agung karena berdasarkan hasil ekskavasi dan data KITLV Candi Agung secara arsitektural mempunyai komponen bangunan pagar, pagar keliling, gapura, dan batur. Hal ini menambah nilai tambah dan nilai penting Candi Agung yang akan menjadi ikon / jati diri Kabupaten Lumajang. Penelitian ini dikoordinasikan dengan Balai Arkeologi D.I. Yogyakarta dengan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Lumajang.


Pelestarian
Dipandang perlu melakukan penataan lingkungan candi Randuagung lebih representatif sebagai upaya awal mewujudkan candi randuagung sebagai ikon kabupaten Lumajang, yaitu tempat parkir, jalan/akses menuju ke lokasi candi, dan papan informasi. Kegiatan ini dikoordinasikan dengan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Lumajang dan BPCB Jawa Timur.


Sumber: arkeologijawa.kemdikbud.go.id


Subscribe Our Newsletter