Social Items

    Terik mentari merentang masa
    Memapar bumi yang tersiksa ulah manusia
    Diam tanpa daya
    Terjamah tangan-tangan nakal tak bernorma

    Melubangi lapisan ozon
    Membabat hutan-hutan lebat
    Hingga suhu bumi terus meningkat
    Es di kutub mencair
    Permukaan laut pun naik

    Gumpalan asap mengepul dimana-mana
    Tak ada lagi udara segar yang bebas polutan
    Limbah kimia berbahaya cemari air yang mengaliri ribuan hektar sawah
    Merusak harmonisasi ekosistem air

    Wahai pemilik tangan-tangan nakal
    Tidakkah kau mendengar jeritan alam
    Tidakkah kau melihat bencana tiada henti menimpa
    Jutaan manusia kehilangan tempat tinggal
    Jutaan satwa kehilangan habitat

    Dimana lagi kita akan berpijak
    Mencari kehidupan baru di planet lain?
    Seperti negara adidaya yang sedang mengeksplorasi mars dan bulan
    Atau tetap tinggal di tempat yang tiada henti kau rusak

    Dimanakah hati nuranimu kau simpan?
    Tidak ingatkah bahwa kau adalah
    Khalifah di muka bumi yang kau tempati?

    Bukan mesin perusak yang dipenuhi ambisi
    Bukan pula robot penghancur yang tidak berhati

    Wahai pemilik tangan-tangan nakal
    Tidak pernahkah kau berfikir
    Mengembalikan semua yang pernah kau ambil
    Hutan lebat yang menghijau
    Air sungai yang tidak tercemar
    dan udara yang bebas polutan
    Karena, di bumi ini jua kau tinggal  

Oleh : Aam Amelia

Selamat Hari Bumi 22 April 2012

    Terik mentari merentang masa
    Memapar bumi yang tersiksa ulah manusia
    Diam tanpa daya
    Terjamah tangan-tangan nakal tak bernorma

    Melubangi lapisan ozon
    Membabat hutan-hutan lebat
    Hingga suhu bumi terus meningkat
    Es di kutub mencair
    Permukaan laut pun naik

    Gumpalan asap mengepul dimana-mana
    Tak ada lagi udara segar yang bebas polutan
    Limbah kimia berbahaya cemari air yang mengaliri ribuan hektar sawah
    Merusak harmonisasi ekosistem air

    Wahai pemilik tangan-tangan nakal
    Tidakkah kau mendengar jeritan alam
    Tidakkah kau melihat bencana tiada henti menimpa
    Jutaan manusia kehilangan tempat tinggal
    Jutaan satwa kehilangan habitat

    Dimana lagi kita akan berpijak
    Mencari kehidupan baru di planet lain?
    Seperti negara adidaya yang sedang mengeksplorasi mars dan bulan
    Atau tetap tinggal di tempat yang tiada henti kau rusak

    Dimanakah hati nuranimu kau simpan?
    Tidak ingatkah bahwa kau adalah
    Khalifah di muka bumi yang kau tempati?

    Bukan mesin perusak yang dipenuhi ambisi
    Bukan pula robot penghancur yang tidak berhati

    Wahai pemilik tangan-tangan nakal
    Tidak pernahkah kau berfikir
    Mengembalikan semua yang pernah kau ambil
    Hutan lebat yang menghijau
    Air sungai yang tidak tercemar
    dan udara yang bebas polutan
    Karena, di bumi ini jua kau tinggal  

Oleh : Aam Amelia

Subscribe Our Newsletter