Social Items



Puisi

Langkah ini masih tertahan di jalan setapak ini.
terdiam ku membisu tak mampu melangkah lagi.
bergetar tubuh ini karna letih atau perih.
ku lihat sekelilingku hanya ada serigala dan buaya yang tak henti memandangku
seolah ingin menerkamku namun tak mampu.
ah, tak apa. asal mreka tak mencabik jiwa yang mulai rapuh ini.
mentari mulai meninggi, panas mulai menyengat.
dimana ku harus mencari tempat berteduh lagi, ya lagi.
dulu aku punya rumah kecil sederhana, aku bahagia meski bukan ingin ku.
tak apa meski dia sederhana dan dingin.
ku mncoba merawat dan menjganya dengan tangan ku
mencoba tersnyum dan menghadirkan kehangatan di dalamnya...
ah, dy ttp dingin, bahkan tk pnya jendela untuk sekedar mmberiku nafas.
dan aku menyadari dia bahkan tak memberi tempat untuk ku rebah kala ingin bermanja
tak memberi ku sedikit cahaya agar ku tak kedinginan....hampa...!!!
mugkin kah aku salah yang berprasangka atau memang ia yg memang tak peduli kehadiran ku.
karna lelah ku atau sakit ku, tertatih ku memilih pergi, meski perih ku langkahkan kaki
meninggalkan mimpi yang mulai terangkai, meninggalkan asa yang mulai pudar.
salah kah aku yang menyerah?tidak, bukan qku menyerah, ku hanya tak sanggup lagi bertahan.
sesekali tersedu, sesekali terjatuh....aku beruntung masih ada yang membantu ku berdiri lagi
mengajarkn ku kuat, memberi ku smngt...
aq menengadah...ah, langit masih biru. bunga pun tk layu. kenapa ku masih disini..??
disana masih banyak tempat, masih banyak ruang.
tak harus sempurna nan megah, hanya sempurna cara nya memelukq...

Ditulis Oleh :  Nurma Wahyuni


   Ikuti Nurma Wahyuni Di  FACEBOOK  Atau Di  TWITTER  

Cerita Yang Telah Usang



Puisi

Langkah ini masih tertahan di jalan setapak ini.
terdiam ku membisu tak mampu melangkah lagi.
bergetar tubuh ini karna letih atau perih.
ku lihat sekelilingku hanya ada serigala dan buaya yang tak henti memandangku
seolah ingin menerkamku namun tak mampu.
ah, tak apa. asal mreka tak mencabik jiwa yang mulai rapuh ini.
mentari mulai meninggi, panas mulai menyengat.
dimana ku harus mencari tempat berteduh lagi, ya lagi.
dulu aku punya rumah kecil sederhana, aku bahagia meski bukan ingin ku.
tak apa meski dia sederhana dan dingin.
ku mncoba merawat dan menjganya dengan tangan ku
mencoba tersnyum dan menghadirkan kehangatan di dalamnya...
ah, dy ttp dingin, bahkan tk pnya jendela untuk sekedar mmberiku nafas.
dan aku menyadari dia bahkan tak memberi tempat untuk ku rebah kala ingin bermanja
tak memberi ku sedikit cahaya agar ku tak kedinginan....hampa...!!!
mugkin kah aku salah yang berprasangka atau memang ia yg memang tak peduli kehadiran ku.
karna lelah ku atau sakit ku, tertatih ku memilih pergi, meski perih ku langkahkan kaki
meninggalkan mimpi yang mulai terangkai, meninggalkan asa yang mulai pudar.
salah kah aku yang menyerah?tidak, bukan qku menyerah, ku hanya tak sanggup lagi bertahan.
sesekali tersedu, sesekali terjatuh....aku beruntung masih ada yang membantu ku berdiri lagi
mengajarkn ku kuat, memberi ku smngt...
aq menengadah...ah, langit masih biru. bunga pun tk layu. kenapa ku masih disini..??
disana masih banyak tempat, masih banyak ruang.
tak harus sempurna nan megah, hanya sempurna cara nya memelukq...

Ditulis Oleh :  Nurma Wahyuni


   Ikuti Nurma Wahyuni Di  FACEBOOK  Atau Di  TWITTER  

Subscribe Our Newsletter