Social Items

Siapa sangka bahwa dulu di desa Buwek Kecamatan Randuagung ada Stasiun kereta api

Tergerak untuk menjadi salah satu saksi adanya bangunan kuno bekas "Stasiun Buwek" yang menurut informasi ada di desa Buwek Kecamtan Randuagung itu, kami bersama teman - teman Play.Net, Zonpra, dan teman - teman Gang Flamboyan melakukan pejalanan menuju tempat di mana bangunan bekas stasiun kereta api tersebut berada walupun tanpa pemandu yang mengerti letak posisi bangunan.

Di perjalanan kami yang di temani hujan rintik - rintik harus melewti beberapa jalan setapak dipinggiran tanaman tebu sebelum kami masuk ke kawasan jalur kereta api yang lumayan melelahkan. Setelah menelusuri sisa-sisa jalur berbatu, akhirnya kami menelusuri jalur kereta api di kawasan dimana bangunan tua itu berada.

Setelah sempat berputar-putar di daerah itu, pandangan kami tertuju pada sebuah bangunan tua yang berada tepat di tepi rel kereta api. "Hey coba liat bangunan itu", teriak salah satu teman yang sepertinya sangat lega sekali ketika melihat sesuatu yang dicari sudah tampak dari kejauhan. Dan ternyata benar, akhirnya kami menemukan bekas bangunan "Stasiun Buwek" yang sedang kami telusuri.

Dari kejauhan tampak sebuah bangunan stasiun yang kondisinya sama sekali tidak pernah terawat apalagi di lestarikan dengan warna cat putih didominasi tumbuhan parasit dan lumut yang sudah mengering. Sepertinya bangunan stasiun telah mengalami kerusakan parah berupa tidak ber-atapnya bangunan, tumbuhan pohon pisang yang ada didalam maupun diluar bangunan dan kotoran hewan berserakan dibagian dalam ruangan.

Namun bentuk bangunan masih kelihatan asli khas bangunan  "jeman lambek" (bahasa madura), jaman londo atau istilah anak jaman sekarang "JADUL" alias jaman dulu. Dinding tembok di bagian belakang sudah hilang mungkin roboh. Selain itu lantai bangunan stasiun ini juga sudah hilang dan menjadi jurang pembuangan sampah oleh warga sekitar.

Sayang sekali ya,,, Bekas bangunan Stasiun Buwek ini tidak dilestarikan dan dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai objek wisata, (hehe).

Ahirnya setelah kami berhasil menjadi salah satu saksi tentang keberadaan bangunan tua dan bersejarah ini tidak lupa kami untuk mengabadikan gambar bangunan dengan mengajak teman-teman untuk ber"pose" di area bangunan bekas stasiun ini. Coba lihat gambar - gambar di samping ini:

Setelah puas berfoto, kami lanjutkan perjalanan menuju rumah masing - masing alias pulang. Kaget karna ketika kami sampai di randuagung ternyata tanahnya masih kering sepeti tidak terjadi hujan dan memang benar di Randuagung tidak terjadi hujan seperti yang kami alami didesa Buwek.

Ok deh...... sepesial terimakasih buat teman - teman yang sudah berkenan menemani perjalanan kami mencari  bekas Bangunan Stasiun Buwek. Dan kedepannya kami masih butuh kalian semua untuk menjelajah lagi bangunan atau tempat - tempat bersejarah lainnya di sekitar desa kita yang masih belum kami ketahui.

Ayo cintai lingkungan di sekitar kita,,,,,,,,!!!!!!!

Bekas Stasiun Buwek

Siapa sangka bahwa dulu di desa Buwek Kecamatan Randuagung ada Stasiun kereta api

Tergerak untuk menjadi salah satu saksi adanya bangunan kuno bekas "Stasiun Buwek" yang menurut informasi ada di desa Buwek Kecamtan Randuagung itu, kami bersama teman - teman Play.Net, Zonpra, dan teman - teman Gang Flamboyan melakukan pejalanan menuju tempat di mana bangunan bekas stasiun kereta api tersebut berada walupun tanpa pemandu yang mengerti letak posisi bangunan.

Di perjalanan kami yang di temani hujan rintik - rintik harus melewti beberapa jalan setapak dipinggiran tanaman tebu sebelum kami masuk ke kawasan jalur kereta api yang lumayan melelahkan. Setelah menelusuri sisa-sisa jalur berbatu, akhirnya kami menelusuri jalur kereta api di kawasan dimana bangunan tua itu berada.

Setelah sempat berputar-putar di daerah itu, pandangan kami tertuju pada sebuah bangunan tua yang berada tepat di tepi rel kereta api. "Hey coba liat bangunan itu", teriak salah satu teman yang sepertinya sangat lega sekali ketika melihat sesuatu yang dicari sudah tampak dari kejauhan. Dan ternyata benar, akhirnya kami menemukan bekas bangunan "Stasiun Buwek" yang sedang kami telusuri.

Dari kejauhan tampak sebuah bangunan stasiun yang kondisinya sama sekali tidak pernah terawat apalagi di lestarikan dengan warna cat putih didominasi tumbuhan parasit dan lumut yang sudah mengering. Sepertinya bangunan stasiun telah mengalami kerusakan parah berupa tidak ber-atapnya bangunan, tumbuhan pohon pisang yang ada didalam maupun diluar bangunan dan kotoran hewan berserakan dibagian dalam ruangan.

Namun bentuk bangunan masih kelihatan asli khas bangunan  "jeman lambek" (bahasa madura), jaman londo atau istilah anak jaman sekarang "JADUL" alias jaman dulu. Dinding tembok di bagian belakang sudah hilang mungkin roboh. Selain itu lantai bangunan stasiun ini juga sudah hilang dan menjadi jurang pembuangan sampah oleh warga sekitar.

Sayang sekali ya,,, Bekas bangunan Stasiun Buwek ini tidak dilestarikan dan dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai objek wisata, (hehe).

Ahirnya setelah kami berhasil menjadi salah satu saksi tentang keberadaan bangunan tua dan bersejarah ini tidak lupa kami untuk mengabadikan gambar bangunan dengan mengajak teman-teman untuk ber"pose" di area bangunan bekas stasiun ini. Coba lihat gambar - gambar di samping ini:

Setelah puas berfoto, kami lanjutkan perjalanan menuju rumah masing - masing alias pulang. Kaget karna ketika kami sampai di randuagung ternyata tanahnya masih kering sepeti tidak terjadi hujan dan memang benar di Randuagung tidak terjadi hujan seperti yang kami alami didesa Buwek.

Ok deh...... sepesial terimakasih buat teman - teman yang sudah berkenan menemani perjalanan kami mencari  bekas Bangunan Stasiun Buwek. Dan kedepannya kami masih butuh kalian semua untuk menjelajah lagi bangunan atau tempat - tempat bersejarah lainnya di sekitar desa kita yang masih belum kami ketahui.

Ayo cintai lingkungan di sekitar kita,,,,,,,,!!!!!!!

Subscribe Our Newsletter