-->

    Social Items


Anak-anak di Kabupaten Lumajang punya tradisi bermain mercon bumbung untuk mengisi waktu jelang berbuka puasa.

Mercon bumbung bukan sekedar mercon atau peledak biasa yang membutuhkan bubuk mesiu layaknya petasan.

Untuk membuat peledak yang satu ini membutuhkan kreatifitas dan nyaris tanpa biaya. Ya, hanya membutuhkan batang bambu berukuran sedang sekitar 1 meter hingga 1,5 meter saja.

Selanjutnya, pada batangnya dilubangi persis di bagian atas. Lubang inilah yang digunakan untuk mengisi bambu dengan minyak tanah secukupnya. Hanya dengan menyiapkan penyulut, mercon bumbung atau "meriam" mainan inipun siap digunakan untuk ngabuburit.

"Untuk membuat mercon bumbung ini, memang tidak sulit Mas. Saya hanya memanfaatkan batangan bambu bekas yang sudah kering di rumah. Membuatnya juga hanya membutuhkan waktu setengah jam saja. Yang cukup sulit ya melubangi batang bambu ini, karena harus menggunakan pahat," kata Ferdian (16), warga Dusun Langsepan, Desa/Kecamatan Randuagung, Lumajang.

Setelah "meriam" mainan itu siap digunakan, Ferdian yang ditemani empat orang kawannya, kemudian meminta minyak tanah sebagai cairan untuk peledaknya. Hanya dengan sekali sulut saja, terdengar suara ledakan yang disusul keluarnya asap dari moncong "meriam" mainan buatannya.

Hanya saja, ledakan yang terdengar tidak seberapa keras. Untuk menambah kerasnya daya ledak mercon bumbung ini, Ferdian dan teman-temannya kemudian membeli karbit dan belerang. Kedua bahan ini kemudian dimasukkan ke dalam batang bambu melalui lubang bambu tersebut.

Dengan campuran bahan itulah, ledakan yang terdengar ketika mercon bumbung disulut untuk yang kesekian kalinya, menjadi lebih menyalak kerasnya. Tak lama kemudian, terdengar serentetan suara ledakan "meriam" mainan ini yang mmebuat anak-anak tersebut jadi gembira hingga melupakan rasa lapar ketika berpuasa.

Bahkan, tak lama kemudian datang kelompok anak-anak lainnya yang datang membawa "meriam" mainan yang sama. Hingga, terjadi saling serang dan saling adu keras suara ledakan dari mercon bumbung yang mereka buat. Situasi itupun jadi kesenangan tersendiri bagi mereka sembari menunggu waktu adzan Maghrih sebagai pertanda waktu berbuka puasa. (her/edy)

Foto : Sentral FM.
Source : suarasurabaya.net

Adu Berisik "Meriam Rhamadhan"


Anak-anak di Kabupaten Lumajang punya tradisi bermain mercon bumbung untuk mengisi waktu jelang berbuka puasa.

Mercon bumbung bukan sekedar mercon atau peledak biasa yang membutuhkan bubuk mesiu layaknya petasan.

Untuk membuat peledak yang satu ini membutuhkan kreatifitas dan nyaris tanpa biaya. Ya, hanya membutuhkan batang bambu berukuran sedang sekitar 1 meter hingga 1,5 meter saja.

Selanjutnya, pada batangnya dilubangi persis di bagian atas. Lubang inilah yang digunakan untuk mengisi bambu dengan minyak tanah secukupnya. Hanya dengan menyiapkan penyulut, mercon bumbung atau "meriam" mainan inipun siap digunakan untuk ngabuburit.

"Untuk membuat mercon bumbung ini, memang tidak sulit Mas. Saya hanya memanfaatkan batangan bambu bekas yang sudah kering di rumah. Membuatnya juga hanya membutuhkan waktu setengah jam saja. Yang cukup sulit ya melubangi batang bambu ini, karena harus menggunakan pahat," kata Ferdian (16), warga Dusun Langsepan, Desa/Kecamatan Randuagung, Lumajang.

Setelah "meriam" mainan itu siap digunakan, Ferdian yang ditemani empat orang kawannya, kemudian meminta minyak tanah sebagai cairan untuk peledaknya. Hanya dengan sekali sulut saja, terdengar suara ledakan yang disusul keluarnya asap dari moncong "meriam" mainan buatannya.

Hanya saja, ledakan yang terdengar tidak seberapa keras. Untuk menambah kerasnya daya ledak mercon bumbung ini, Ferdian dan teman-temannya kemudian membeli karbit dan belerang. Kedua bahan ini kemudian dimasukkan ke dalam batang bambu melalui lubang bambu tersebut.

Dengan campuran bahan itulah, ledakan yang terdengar ketika mercon bumbung disulut untuk yang kesekian kalinya, menjadi lebih menyalak kerasnya. Tak lama kemudian, terdengar serentetan suara ledakan "meriam" mainan ini yang mmebuat anak-anak tersebut jadi gembira hingga melupakan rasa lapar ketika berpuasa.

Bahkan, tak lama kemudian datang kelompok anak-anak lainnya yang datang membawa "meriam" mainan yang sama. Hingga, terjadi saling serang dan saling adu keras suara ledakan dari mercon bumbung yang mereka buat. Situasi itupun jadi kesenangan tersendiri bagi mereka sembari menunggu waktu adzan Maghrih sebagai pertanda waktu berbuka puasa. (her/edy)

Foto : Sentral FM.
Source : suarasurabaya.net

Subscribe Our Newsletter