-->

    Social Items

Tak ingin desanya di pandang sebelah mata, kumpulan pemuda membentuk komunitas. Namanya Randuagung Community (RC). Tidak banyak yang dilakukan, kecuali merencanakan kunjungan ke tempat-tempat yang jarang di kunjungi di semua wilayah Randuagung. Candi, Ranu, Bukit, Bangun Kuno dan perjalanan itu sendiri di bagikan lewat foto dan tulisan. Kemudian di sebar lewat jejaring sosial.

Komunitas anak - anak muda itu berdiri sejak 2011 lalu. Mereka berasal hanya dari Kecamatan Randuagung. Mereka aktif mempublikasikan perjalanan -perjalanan mereka di jejaring sosial, seperti Facebook dan Blogspot.

Siap Memajukan Kecamatan Randuagung

Meraka tak ingin Randuagung tenggelam di tengah hingar bingar zaman.

Media mereka kemudian semakin berkembang. Tidak hanya dalam bentuk perjalanan saja, kegiatan-kegiatan yang dianggap menyemarakkan Randuagung pun tak luput dari perhatian mereka. Dari kegiatan itu, Randuagung semakain memiliki banyak informasi untuk di cari.

Meski dampaknya masih dirasakan kecil, namun RC semakin mendapatkan ruang di pemuda-pemuda lainnya. Hingga mereka mampu menarik satu - persatu pemuda di Randuagung.

Melihat kuatnya media RC, Laskar Patih Nambi (LPN), sebuah komunitas yang bergerak di bidang sejarah Randuagung mengajak bersinergi. LPN berdiri 2013 ini, adalah komunitas yang bergerak dalam kegiatan - kegiatan sosial dan pendidikan. Sedangkan RC bertugas mempublikasikannya ke masyarakat yang lebih luas.

Satu agenda yang membuat dua komunitas ini saling bersinergi adalah adanya agenda tour budaya di Candi Agung. Candi Agung menjadi ikon yang membanggakan dua komunitas ini khususnya, dan pastinya juga bagi warga Kecamatan Randuagung. Pasalnya, selain karana candi merupakan peninggalan purbakala, juga menyimpan sejarah Randuagung.

Acara tersebut terbukti sukses. Mereka bisa menghadirkan banyak pemuda dari tingkat Pendidikan Sekolah Dasar hingga menengah keatas. Bahkan, sejak saat itu, Candi Agung mulai didengar namanya oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang. Pasca agenda Studi Budaya itu dua komunitas itu menyatu. Hingga tidak ada lagi perbedaan diantar keduanya. Dimana, anggota RC adalah LPN dan sebaliknya anggota LPN adalah RC. "Orangnya ya sama," kata Amunulla husen, ketua RC.

Agenda Studi Budaya sendiri dilaksnakan pada oktober 2014. Saat itu, RC dan puluhan peserta dari berbagai lembaga pendidikan mengadakan upacara bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda di Candi Agung. Dan tentunya dalam agenda itu mencoba membedah kembali pernak pernik tentang Candi Agung.

Pasca Studi Buadaya Candi Agung banyak yang mengunjungi. Hampir di setiap ahir pekan ada banyak Lembaga Pendidikan yang megirimkan anak didiknya untuk mencari tau sejarah dan semuanya tentang Candi Agung. "Setelah Studi Budaya itu, banyak dari SMA-SMA yang datang," kata Aminula husen.

Tidak hanya itu, dampak lainnya adalah semkin bersemangatnya para anggota RC. Merka mulai mengadakan agenda -agenda lain untuk memeriahkan Randuagung. Diketahui, Randuagung adalah sebuah kecamatan yang letaknya, tidak dilintasi jalur nasional Lumajang - Jember.

Agenda - agenda yang di lakukan seperti karnaval, Pengajian, Olah raga, dan beberapa agenda seni budaya lainnya. Agenda-agenda tersebut terbukti mampu memeriahkan Kecamtan Randuagung. Hampir semua warga Randuagung ikut serta dalam agenda tersebut. Bahkan anggota RC semakin bertambah. "Waktu karnaval kemarin saja, ada sekitar seratus orang yang ikut jadi panitia," ujar Amin.

Bertambhnya anggota tersebut ternyata karna keterbukaan RC dengan bebagai komunitas - komunitas pemuda lain di Lumajang. Ada komunitas pemuda di masing-masing desa. Namun mereka mau mengikuti RC. Hingga sekarang bisa di pastikan setiap desa ada koordinator yang mewakili untuk RC." Setiap desa kita usahakan ada satu orang koordinator," kata Amin.

Amin yang saat itu bersama dengan sekitar sepuluh anggotanya mengajak wartawan Jawa Pos Radar Semeru ke Candi Agung. Dari sanalah RC mulai mendapatkan kepercayaan diri untuk mengembangkan diri.Bulan sebelas tahun lalu, RC memantapkan diri untuk menjadi induk dari komunitas di Randuagung. Setiap pemuda adalah sumber daya Manusia yang bakal di siapkan untuk memajukan Randuagung." Kami harus bisa menyiapkan SDM dulu. Kemudian membentuk organisasi yang lebih baik, dan selanjutnya harus selalu kreatif," Kata Heri Wahjoeono, Dewan Penasehat RC yang saat itu juga ikut nimbrung.

Tanggal 14 bulan ini menjadi hari lahir RC. RC berharap untuk menetapkan diri dan di akui oleh Pemerintah Kecamatan. Mereka mengaku, dulu sering menjadi oposisi Pemeritahan. Namun, kini mereka ingin membuktikan bahwa RC bisa akan lebih mendorong untuk kreatif.

Saat ini, RC akan terus mendorong Pemerintahan dengan hal-hal yang lebih kreatif. Hal itu telah di buktikan saat adanya "Loemadjang Tempoe Doeloe". RC dipercaya pihak Kecamtan untuk menggarapnya. Peran serta RC ini akan terus ditingkatkan. Tinggal bagaimana Pemerintah Kecamatan mau memamfaatkan. "Kami berharap Pemerintah bisa memamfaatkan momentum ini," Kata Amin.

Disalin Dari Koran JAWA POS Radar Semeru Edisi Jum'at 5 Februari 2016

Tak Mau Kecamatan Randuagung Tenggelam

Tak ingin desanya di pandang sebelah mata, kumpulan pemuda membentuk komunitas. Namanya Randuagung Community (RC). Tidak banyak yang dilakukan, kecuali merencanakan kunjungan ke tempat-tempat yang jarang di kunjungi di semua wilayah Randuagung. Candi, Ranu, Bukit, Bangun Kuno dan perjalanan itu sendiri di bagikan lewat foto dan tulisan. Kemudian di sebar lewat jejaring sosial.

Komunitas anak - anak muda itu berdiri sejak 2011 lalu. Mereka berasal hanya dari Kecamatan Randuagung. Mereka aktif mempublikasikan perjalanan -perjalanan mereka di jejaring sosial, seperti Facebook dan Blogspot.

Siap Memajukan Kecamatan Randuagung

Meraka tak ingin Randuagung tenggelam di tengah hingar bingar zaman.

Media mereka kemudian semakin berkembang. Tidak hanya dalam bentuk perjalanan saja, kegiatan-kegiatan yang dianggap menyemarakkan Randuagung pun tak luput dari perhatian mereka. Dari kegiatan itu, Randuagung semakain memiliki banyak informasi untuk di cari.

Meski dampaknya masih dirasakan kecil, namun RC semakin mendapatkan ruang di pemuda-pemuda lainnya. Hingga mereka mampu menarik satu - persatu pemuda di Randuagung.

Melihat kuatnya media RC, Laskar Patih Nambi (LPN), sebuah komunitas yang bergerak di bidang sejarah Randuagung mengajak bersinergi. LPN berdiri 2013 ini, adalah komunitas yang bergerak dalam kegiatan - kegiatan sosial dan pendidikan. Sedangkan RC bertugas mempublikasikannya ke masyarakat yang lebih luas.

Satu agenda yang membuat dua komunitas ini saling bersinergi adalah adanya agenda tour budaya di Candi Agung. Candi Agung menjadi ikon yang membanggakan dua komunitas ini khususnya, dan pastinya juga bagi warga Kecamatan Randuagung. Pasalnya, selain karana candi merupakan peninggalan purbakala, juga menyimpan sejarah Randuagung.

Acara tersebut terbukti sukses. Mereka bisa menghadirkan banyak pemuda dari tingkat Pendidikan Sekolah Dasar hingga menengah keatas. Bahkan, sejak saat itu, Candi Agung mulai didengar namanya oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang. Pasca agenda Studi Budaya itu dua komunitas itu menyatu. Hingga tidak ada lagi perbedaan diantar keduanya. Dimana, anggota RC adalah LPN dan sebaliknya anggota LPN adalah RC. "Orangnya ya sama," kata Amunulla husen, ketua RC.

Agenda Studi Budaya sendiri dilaksnakan pada oktober 2014. Saat itu, RC dan puluhan peserta dari berbagai lembaga pendidikan mengadakan upacara bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda di Candi Agung. Dan tentunya dalam agenda itu mencoba membedah kembali pernak pernik tentang Candi Agung.

Pasca Studi Buadaya Candi Agung banyak yang mengunjungi. Hampir di setiap ahir pekan ada banyak Lembaga Pendidikan yang megirimkan anak didiknya untuk mencari tau sejarah dan semuanya tentang Candi Agung. "Setelah Studi Budaya itu, banyak dari SMA-SMA yang datang," kata Aminula husen.

Tidak hanya itu, dampak lainnya adalah semkin bersemangatnya para anggota RC. Merka mulai mengadakan agenda -agenda lain untuk memeriahkan Randuagung. Diketahui, Randuagung adalah sebuah kecamatan yang letaknya, tidak dilintasi jalur nasional Lumajang - Jember.

Agenda - agenda yang di lakukan seperti karnaval, Pengajian, Olah raga, dan beberapa agenda seni budaya lainnya. Agenda-agenda tersebut terbukti mampu memeriahkan Kecamtan Randuagung. Hampir semua warga Randuagung ikut serta dalam agenda tersebut. Bahkan anggota RC semakin bertambah. "Waktu karnaval kemarin saja, ada sekitar seratus orang yang ikut jadi panitia," ujar Amin.

Bertambhnya anggota tersebut ternyata karna keterbukaan RC dengan bebagai komunitas - komunitas pemuda lain di Lumajang. Ada komunitas pemuda di masing-masing desa. Namun mereka mau mengikuti RC. Hingga sekarang bisa di pastikan setiap desa ada koordinator yang mewakili untuk RC." Setiap desa kita usahakan ada satu orang koordinator," kata Amin.

Amin yang saat itu bersama dengan sekitar sepuluh anggotanya mengajak wartawan Jawa Pos Radar Semeru ke Candi Agung. Dari sanalah RC mulai mendapatkan kepercayaan diri untuk mengembangkan diri.Bulan sebelas tahun lalu, RC memantapkan diri untuk menjadi induk dari komunitas di Randuagung. Setiap pemuda adalah sumber daya Manusia yang bakal di siapkan untuk memajukan Randuagung." Kami harus bisa menyiapkan SDM dulu. Kemudian membentuk organisasi yang lebih baik, dan selanjutnya harus selalu kreatif," Kata Heri Wahjoeono, Dewan Penasehat RC yang saat itu juga ikut nimbrung.

Tanggal 14 bulan ini menjadi hari lahir RC. RC berharap untuk menetapkan diri dan di akui oleh Pemerintah Kecamatan. Mereka mengaku, dulu sering menjadi oposisi Pemeritahan. Namun, kini mereka ingin membuktikan bahwa RC bisa akan lebih mendorong untuk kreatif.

Saat ini, RC akan terus mendorong Pemerintahan dengan hal-hal yang lebih kreatif. Hal itu telah di buktikan saat adanya "Loemadjang Tempoe Doeloe". RC dipercaya pihak Kecamtan untuk menggarapnya. Peran serta RC ini akan terus ditingkatkan. Tinggal bagaimana Pemerintah Kecamatan mau memamfaatkan. "Kami berharap Pemerintah bisa memamfaatkan momentum ini," Kata Amin.

Disalin Dari Koran JAWA POS Radar Semeru Edisi Jum'at 5 Februari 2016

Subscribe Our Newsletter