-->

    Social Items



        Pemuda merupakan aset yang berharga bagi suatu bangsa, pemuda menjadi garda terdepan dalam perubahan suatu arah kemajuan bangsa, atau bahkan perubahan itu juga dapat menjadi suatu arah kemunduran. Peran pemuda yang sedemikian besar itu bukan hanya suatu hisapan jempol belaka, karena jika mengilas balik sejarah peran pemuda dalam membangun bangsa ini sangatlah besar, terbukti dengan terselenggaranya Kongres Pemuda I yang terselenggara pada tahun 1926, dan Kongres Pemuda II yang terselenggara pada tanggal 27-28 Oktober 1928, setidaknya hal ini lah yang menjadi suatu awal gerakan pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. 

         Menggebunya rasa semangat pemuda zaman dulu membawa perubahan yang signifikan bagi arah kemajuan bangsa, bahkan salah satu bapak bangsa indonesia Ir. Soekarno, pernah berkata "Beri aku 1000 orang tua niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia", dari kata-kata ini, bukan kah sangat besar pengaruh pemuda dalam setiap gerakannya demi kemaslahatan bangsanya. Namun di masa sekarang ini tak jarang kita jumpai berbagai macam problematika sosial, yang di antaranya adalah pemuda sebagai pemeran utama. Pergaulan bebas, pelecehan seksual, kasus perampokan, kasus narkobaa atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang, tawuran, kekerasan, balap liar dan lain-lain. Tak jarang juga kaum pemuda dianggap menjadi benalu dalam tatanan kehidupan masyarakat, karena ulah oknum pemuda yang tak bertanggungjawab. 

            Hal ini sangat jauh berbeda dengan rekam jejak, perjuangan, dan peran pemuda terdahulu. Tujuan penulis disini bukan untuk membandingkan, akan tetapi untuk kembali membangkitakan semangat pemuda dalam bergerak membangun bangsa, menjaga keutuhan bangsa, dan bergerak menuju masa depan bangsa yang cerah. Pemuda saat ini patut bersyukur, karena perjuangan zaman dahulu sangat berbeda dengan masa kini, di zaman dahulu pemuda berjuang dengan kesempatan dan ruang lingkup yang amat sempit karena adanya kolonialisme yang menjajah bangsa ini, berbeda dengan masa kini, yang mana kesempatan dan ruang lingkup perjuangan pemuda sangat terbuka seluas-luasnya, dan pula di dukung dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat. 

                Kontribusi peran pemuda saat ini sangat dibutuhkan, mengingat banyaknya persoalan yang muncul di sekitar saat ini. Ancaman disintegrasi bangsa, menguatnya isu radikalisme, terorisme, perpecahan antar kelompok, dan suramnya toleransi serta kebebasan beragama, meningkatnya informasi hoaks di media sosial yang memecah belah.

              Dalam spirit membangun bangsa, sebagai pemuda harapan bangsa perlu untuk bersama-sama menjadi duta pemersatu dan menjadi agen perubahan, serta menjadi simbol persatuan yang melebur bersama dalam nilai-nilai luhur Pancasila, membulatkan tekad untuk selalu mendedikasaikan diri untuk kecerahan dan kejayaan NKRI, dengan adanya momentum Sumpah Pemuda ini, semoga pemuda tetap selalu dalam satu tujuan untuk menjaga keutuhan NKRI dari berbagai ancaman disintegrasi bangsa.

PEMUDA HARAPAN BANGSA



        Pemuda merupakan aset yang berharga bagi suatu bangsa, pemuda menjadi garda terdepan dalam perubahan suatu arah kemajuan bangsa, atau bahkan perubahan itu juga dapat menjadi suatu arah kemunduran. Peran pemuda yang sedemikian besar itu bukan hanya suatu hisapan jempol belaka, karena jika mengilas balik sejarah peran pemuda dalam membangun bangsa ini sangatlah besar, terbukti dengan terselenggaranya Kongres Pemuda I yang terselenggara pada tahun 1926, dan Kongres Pemuda II yang terselenggara pada tanggal 27-28 Oktober 1928, setidaknya hal ini lah yang menjadi suatu awal gerakan pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. 

         Menggebunya rasa semangat pemuda zaman dulu membawa perubahan yang signifikan bagi arah kemajuan bangsa, bahkan salah satu bapak bangsa indonesia Ir. Soekarno, pernah berkata "Beri aku 1000 orang tua niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia", dari kata-kata ini, bukan kah sangat besar pengaruh pemuda dalam setiap gerakannya demi kemaslahatan bangsanya. Namun di masa sekarang ini tak jarang kita jumpai berbagai macam problematika sosial, yang di antaranya adalah pemuda sebagai pemeran utama. Pergaulan bebas, pelecehan seksual, kasus perampokan, kasus narkobaa atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang, tawuran, kekerasan, balap liar dan lain-lain. Tak jarang juga kaum pemuda dianggap menjadi benalu dalam tatanan kehidupan masyarakat, karena ulah oknum pemuda yang tak bertanggungjawab. 

            Hal ini sangat jauh berbeda dengan rekam jejak, perjuangan, dan peran pemuda terdahulu. Tujuan penulis disini bukan untuk membandingkan, akan tetapi untuk kembali membangkitakan semangat pemuda dalam bergerak membangun bangsa, menjaga keutuhan bangsa, dan bergerak menuju masa depan bangsa yang cerah. Pemuda saat ini patut bersyukur, karena perjuangan zaman dahulu sangat berbeda dengan masa kini, di zaman dahulu pemuda berjuang dengan kesempatan dan ruang lingkup yang amat sempit karena adanya kolonialisme yang menjajah bangsa ini, berbeda dengan masa kini, yang mana kesempatan dan ruang lingkup perjuangan pemuda sangat terbuka seluas-luasnya, dan pula di dukung dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat. 

                Kontribusi peran pemuda saat ini sangat dibutuhkan, mengingat banyaknya persoalan yang muncul di sekitar saat ini. Ancaman disintegrasi bangsa, menguatnya isu radikalisme, terorisme, perpecahan antar kelompok, dan suramnya toleransi serta kebebasan beragama, meningkatnya informasi hoaks di media sosial yang memecah belah.

              Dalam spirit membangun bangsa, sebagai pemuda harapan bangsa perlu untuk bersama-sama menjadi duta pemersatu dan menjadi agen perubahan, serta menjadi simbol persatuan yang melebur bersama dalam nilai-nilai luhur Pancasila, membulatkan tekad untuk selalu mendedikasaikan diri untuk kecerahan dan kejayaan NKRI, dengan adanya momentum Sumpah Pemuda ini, semoga pemuda tetap selalu dalam satu tujuan untuk menjaga keutuhan NKRI dari berbagai ancaman disintegrasi bangsa.

Subscribe Our Newsletter