Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Untuk Apa Peduli Lingkungan? (Sebuah Refleksi Hari Peduli Sampah Nasional)

Untuk Apa Peduli Lingkungan? (Sebuah Refleksi Hari Peduli Sampah Nasional)

Apa Susahnya Membuang Sampah Pada Tempatnya? Bukankah lebih mudah daripada harus Membuang Kenangan Pada Tempatnya?
Saat ini kesadaran membuang sampah pada tempatnya sangat buruk, sembarangan membuang sampah sudah seperti budaya atau kebiasaaan di tengah-tengah masyarakat.

Bahkan tak jarang kita jumpai segilintir orang yang seenaknya saja membuang sampah bukan pada tempatnya, sekalipun banyak yang memperhatikan, selayaknya suatu budaya hal ini sangat-sangat susah diubah, sekalipun masyarakat tau sebenarnya membuang sampah sangat merugikan bagi diri sendiri dan bagi lingkungan sekitar.

Parahnya lagi, anak-anak pun juga terbiasa membuang sampah sembarangan, ini karena faktor lingkungan yang terlalu abai akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan merawat lingkungan, karena seperti yang kita ketahui penyakit membuang sampah sembarangan bukan hanya terjadi pada orang-orang tertentu saja, penyakit kronis ini tidak memandang Usia, jenis kelamin, status pekerjaan, orang yang berpendidikan atau yang tidak berpendidikan.

Sampah-sampah terkadang menjadi permasalahan yang amat serius ketika musim penghujan tiba, sampah-sampah yang berserakan di sungai dan selokan dapat sewaktu-waktu menyumbat dan mengakibatkan banjir, belum lagi sampah yang mengendap di dasar sungai membuat sungai semakin dangkal, alhasil ketika debit air tinggi saat hujan, banjir tak dapat dibendung, dan tentunya akan merugikan terhadap warga sekitar aliran sungai.

Selain masalah banjir, pencemaran sungai juga akan menjadi permasalahan yang pelik jika kebiasaan membuang sampah sembarangan tidak bisa dihilangkan, seperti yang kita ketahui banyak sekali sungai-sungai di dalam maupun luar negeri yang tercemar, tentunya kita tidak mau sungai kita tercemar seperti halnya yang terjadi pada sungai gangga india.

Melansir dari SuaraJatim.id, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur Handoko menyebut kualitas air sungai di Jawa Timur tercemar ringan hingga memenuhi baku mutu.

Handoko mengatakan, penyebab pencemaran air di Jatim bermacam-macam. Namun, lebih utama, pencemaran air di jatim disebabkan oleh limbah domestik, limbah pertanian atau peternakan, lalu Industri.

Kenyataan ini sangat-sangat jauh dari harapan sebagian besar masyarakat yang mendambakan lingkungan yang sehat, lingkungan yang hijau bersih dari sampah, sungai yang terlindungi, dan ketentraman saat hujan tanpa perlu khawatir banjir.

Maka dari itu, mendambakan lingkungan yang asri dan sehat, bukan hanya untuk di dambakan saja, tanpa adanya gerakan nyata dalam membuang sampah pada tempatnya, memanfaatkan dan mengelola sampah atau limbah, semua hanya akan tetap menjadi mimpi dan tak dapat dinikmati, jika hanya berdiam diri.

Pemerintah juga tidak boleh tinggal diam, pemerintah juga harus hadir ditengah-tengah masyarakat dalam menemukan solusi-solusi mengatasi sampah/limbah, tindak tegas oknum atau perusahaan industri yang seenaknya saja membuang limbahnya, pun begitu Masyarakat jangan selalu menyalahkan pemerintah jika sudah ada Sosialisasi dan Program Pemerintah dalam penananganan Sampah, tapi masyarakat Acuh.

Masyarakat harus sadar! Masyarakat harus peduli lingkungan! Dengan cara bekerjasama dengan pemerintah! Bukankah suatu hal yang menguntungkan jika Pemerintah yang menyediakan Fasilitas pembuangan dan pengelolaan limbah, dan Masyarakat yang memanfaatkan dengan cara Reuse (nggawe meneh/anggui pole), Reduce (ngelongi, ngorangih), Recycle (ngolah/ngola).

Jika masyarakat bisa menerapkan ini dengan membuat kerajinan dari bahan daur ulang, dan bisa mendatangkan keuntungan, akan sangat menyenangkan bukan?

Yuk! Jaga Bumi dengan membuang sampah/limbah pada tempatnya! :)

Post a Comment for "Untuk Apa Peduli Lingkungan? (Sebuah Refleksi Hari Peduli Sampah Nasional)"